Selasa, 30 Juli 2013

Membuat Pupuk Granul Sendiri

LANGKAH – LANGKAH  PEMBUATAN  PUPUK  ORGANIK  GRANUL
- PENGERINGAN  BAHAN
- PENGGILINGAN  dan  PENGAYAKAN
- PENAMBAHAN  BAHAN-BAHAN  LAIN
- GRANULASI
- PENGEMASAN

PENGERINGAN  BAHAN
Langkah pertama adalah pengeringan.  Kompos ini harus di keringkan terlebih dahulu.  Pengeringan dapat di lakukan dengan cara di jemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer).  Kadar air kompos kering kurang lebih <20 %.  Lebih kering lebih bagus.
Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang.  Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ” matang ” bukan yang baru keluar dari binatang nya.  Bisa juga menggunakan kompos,  baik kompos dari limbah pertanian,  kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.


PENGGILINGAN  dan  PENGAYAKAN
Kompos yang sudah kering kemudian di giling dengan mesin giling.   Atau ditumbuk saja juga bisa.  Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh.  Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh.  Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggilingan.

PENAMBAHAN  BAHAN-BAHAN  LAIN
Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain.  Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K  atau hara mikro lainnya.  Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman.  Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba – mikroba.  Hanya tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul.  Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan.  Jenis dan dosis ini merupakan “rahasia perusahaan” masing-masing..  Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ramuannya bisa ber beda-beda untuk setiap koki.

GRANULASI
Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul.  Granul dapat dibuat dengan berbagai cara.
Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa.  Biasanya ini untuk membuat granul skala kecil atau skala rumah tangga.  Bahan yang digunakan sekitar 300 gr – 500 gr.  Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, ditambahkan air + perekat (jika perlu).  Kemudian nampan di goyang-goyang sampai terbentuk granul.  Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air /perekat.  Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit.  Disinilah seninya membuat granul.

Alat lain yang juga dapat di gunakan untuk membuat granul adalah “MOLEN” pengaduk semen.  Alat ini biasanya digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat di peroleh di toko-toko penjual alat bangunan.  Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas.  Pertama masukkan bahan ke dalam molen.  Hidupkan mesinnya.  Sambil di putar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul.  Setelah granul terbentuk, isi molen dapat di tuang.
Alat lain yang khusus di buat untuk “Granulasi” adalah  PAN  GRANULATOR .  Alat ini berbentuk piringan yang berputar.  Prinsip kerjanya masih sama dengan cara nampan di atas.  Ukuran piringan bisa ber macam-macam.   Ada yang ukuran 1 m maupun 2.5 m.

PENGEMASAN
Setelah granul terbentuk, granul ini perlu di ayak untuk mendapatkan ukuran granul yang seragam.  Ukuran ayakan tergantung pada ukuran granul yang akan di buat.  Kemudian baru dapat di kemas.  Ukuran kemasan dapat bermacam-macam . Untuk ukuran kecil dapat menggunakan plastik dikemas dalam ukuran 1 Kg,  5 Kg,  10 Kg.   Untuk ukuran besar dapat menggunakan karung ukuran 25 Kg – 30 Kg.  Kemasan biasanya terdiri dari 2 bagian, bagian luar dan bagian dalam (inner).  Kemasan bagian luar di beri merek/ nama/ logo perusahaan.  Nah siap di pasarkan ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar