Tampilkan postingan dengan label Air Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Laut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Cara Budidaya Tiram Mutiara

I. PENDAHULUAN 

Salah satu potensi besar yang ada di perairan Indonesia yang mempunyai prospek cerah untuk dibudidayakan adalah tiram mutiara (Pinctada maxima). Sampai saat ini eksploitasi tiram mutiara masih didominasi oleh penangkapan dari alam. Benih dari alam mempunyai karakteristik antara lain ukuran yang sangat bervariasi, dimana untuk ukuran besar dapat langsung siap operasi sedangkan untuk ukuran kecil masih perlu dibudidayakan lagi.

Selain itu juga kontinuitas suplai kurang terjamin karena keberadaan tiram mutiara dipengaruhi oleh musim. Hal ini sangat tidak menguntungkan karena tidak dapat menjamin kontinuitas produksi; keberadaan tiram mutiara dipengaruhi oleh musim, dan jika dieksploitasi terus menerus lama-kelamaan stock benih tersebut pasti akan menurun.


Budidaya Kerang Hijau

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu jenis kerang yang digemari masyarakat, memiliki nilai ekonomis dan kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi, yaitu terdiri dari 40,8 % air, 21,9 % protein, 14,5 % lemak, 18,5 % karbohidrat dan 4,3 % abu sehingga menjadikan kerang hijau sebanding dengan daging sapi, telur maupun daging ayam, dari 100 gram daging kerang hijau ini mengandung 100 kalori.

BIOLOGI

Kerang hijau termasuk binatang lunak (Mollusca) yang hidup ditaut, bercangkang dua (bivalve) berwama hijau. Insangnya berlapis-lapis (Lamelii branchia) dan berkaki kapak (Pelecypoda) serta memiliki benang byssus. Kerang hijau adalah plankton feeder, dapat berpindah-pindah tempat dengan menggunakan kaki dan benang byssus, hidup baik pada perairan dengan kisaran kedalaman 1 – 7 meter dan memiliki toleransi terhadap perubahan salinitas antara 27-35 per mil.

Budidaya Ikan Kerapu

Salah satu jenis ikan yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan adalah jenis ikan kerapu tikus (Cromileptes altivalis) karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dengan harga Rp.100.000,- – Rp.150.000,- per kilogram bagi ikan kerapu tikus hidup berukuran di atas 300 gram di tingkat pedagang pengumpul.

LOKASI
 
Pemilihan lokasi untuk budidaya ikan kerapu memegang peranan yang sangat penting. Permilihan lokasi yang tepat akan mendukung kesinambungan usaha dan target produksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi untuk budidaya ikan kerapu ini adalah faktor resiko seperti keadaan angin dan gelombang, kedalaman perairan, bebas dari bahan pencemar, tidak mengganggu alur pelayaran; faktor kenyamanan seperti dekat dengan prasarana perhubungan darat, pelelangan ikan (sumber pakan), dan pemasok sarana Dan prasarana yang diperlukan (listrik, telpon), dan faktor hidrografi seperti selain harus jernih, bebas dari bahan pencemaran dan bebas dari arus balik, Dan perairannya harus memiliki sifat fisik dan kimia tertentu (kadar garam, oksigen terlarut).